Article Detail
Siswa Kelas 8 Live In
Dalam upaya membentuk generasi muda yang peduli, mandiri,
dan berwawasan lingkungan, siswa kelas 8 SMP Tarakanita 1 sukses melaksanakan kegiatan live in selama Empat hari, mulai tanggal 24 - 28 September 2024. Kegiatan yang
berpusat di Dusun Badran Kidul, Sendangsari, Minggir, Sleman ini berhasil
memberikan pengalaman berharga bagi para peserta didik.
Didampingi oleh Bapak dan Ibu guru, siswa-siswi
kelas 8 aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan seperti membentuk karakter siswa yang mandiri, peduli dan bertanggung
jawab, menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan budaya bangsa,
meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,
mempererat tali silahturahmi antara siswa dengan masyarakat desa dan mengembangkan
rasa berbelarasa terhadap sesama.
Implementasi Nilai-nilai Karakter Tarakanita
Selama kegiatan live in, siswa diajak untuk
mengimplementasikan nilai-nilai karakter seperti celebration, compassion,
community, creativity, conviction, kpkc, serta value proposition SMART (Scientific and Multitalend In
Artpreneurship). Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang
mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami disini
memohon bantuan Bapak dan Ibu dalam mendidik putra dan putri kami dari SMP
Tarakanita 1, yang mungkin dalam proses secara sengaja atau tidak sengaja dalam
perkataan dan perbuatan tidak mengenakkan hati Bapak/Ibu, jika mereka berbuat
salah mohon ditegur sehingga dengan kegiatan ini dapat membentuk karakter putra
dan putri kami menjadi lebih baik.” Ucap Ibu Lia dalam sambutan kedatangan.
Mengenal Budaya dan Memberdayakan Masyarakat
Peserta
didik tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga
menggali kekayaan budaya Yogyakarta. Mereka mengunjungi Gua Maria Bunda
Penolong Abadi, Pojok, dan mempelajari berbagai kesenian tradisional seperti
pembuatan kerajinan parutan kelapa, kuda lumping, anyaman bambu, serta
karawitan.
Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah kunjungan ke
warga kurang mampu. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk peduli terhadap
sesama dan mengembangkan rasa empati.
Anak-anak sangat antusias dan senang, tidak ada yang rewel. Saya berharap mereka semua sukses di masa depan," ungkap Ibu Tri Mulyantini, salah satu keluarga asuh.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain belajar tentang budaya, kami juga bisa bersosialisasi dengan warga sekitar dan belajar bekerja sama dalam tim," ujar Maxwell Victor Lenran Tampubolon, siswa kelas 8.1, saat menyampaikan kesan mendalamnya.
Sebagai puncak acara, siswa menampilkan hasil pembelajaran mereka dalam malam keakraban dan pentas seni. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam berkolaborasi.
“Semoga kedepan, pelajaran ataupun kegiatan yang telah dilaksanakan di tempat ini, suatu saat akan memberi kenangan tersendiri ataupun memberikan pendidikan baru yang mungkin tidak didapatkan di sekolah.” Ucap Bapak Lurah Kelurahan Sendangsari dalam sambutan malam keakraban
Selain itu, peserta didik juga mengunjungi Museum Carolus Borromeus untuk mempelajari sejarah dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Mereka belajar untuk lebih mengenal sosok Santo Carolus Borromeus serta sejarah Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus
Kegiatan live in ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam membentuk generasi muda yang unggul. Sekolah berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa agar siswa dapat mengembangkan potensi diri secara optimal dan menjadi generasi penerus yang berkualitas.
Silakan Membaca di : https://www.kalderanews.com/2024/10/25/semangat-syukur-sekolah-tarakanita-puloraya-dalam-peringatan-hari-pangan-sedunia-edukasi-pentingnya-pangan-berkelanjutan-di-sekolah/
-
there are no comments yet